Pola Penerapan Etika Komunikasi Digital Generasi Z dalam Penggunaan Aplikasi Tinder di Kota Bekasi

Abstract

Penggunaan aplikasi LBRTD melalui Tinder menjadi praktik umum di kalangan Generasi Z sebagai platform relasi global. Penelitian ini bertujuan memahami penerapan etika digital oleh pengguna Tinder Generasi Z di Kota Bekasi. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan analisis data berupa reduksi, display, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar informan memahami etika digital, termasuk tata krama berinternet, regulasi, kemampuan berinteraksi, serta kesadaran terhadap hoaks, pornografi, dan perundungan. Namun, penerapannya masih beragam karena dibentuk oleh pendidikan, lingkungan sosial, dan pengalaman pribadi. Penelitian ini menemukan tiga pola utama, yaitu kesenjangan antara pengetahuan dan praktik, etika yang bersifat situasional berdasarkan pengalaman, serta pengaruh literasi dan lingkungan sosial terhadap perilaku digital. Temuan ini menunjukkan bahwa etika digital Generasi Z tidak hanya bergantung pada pengetahuan individu, tetapi juga pengalaman dan konstruksi sosial, sehingga memerlukan penguatan yang kontekstual dan berkelanjutan.

Keywords
  • Etika Komunikasi Digital
  • Generasi Z
  • Komunikasi Digital
  • LBRTD
  • Tinder
How to Cite
Pratama, D. B., & Hidayanto, S. (2026). Pola Penerapan Etika Komunikasi Digital Generasi Z dalam Penggunaan Aplikasi Tinder di Kota Bekasi. Jurnal ISIP: Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 23(1), 50–69. https://doi.org/10.36451/jisip.v23i1.544
References
  1. Ahmad, A. (2012). Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi: Akar revolusi dan berbagai standarnya. Jurnal Dakwah Tabligh, 13, 137–149.
  2. Alonso-Fernández, M., Wachs, S., Mateos-Pérez, E., & Gámez-Guadix, M. (2026). Measuring online ethical values and behaviors: Relationships with cyberhate, empathy, and sociodemographic variables. Cyberpsychology, Behavior, and Social Networking, 29, 219–229. https://doi.org/10.1177/21522715261425526
  3. Anffani, Y. Al, & Aji, G. G. (2022). Pemaknaan dan motif peserta virtual blind date dalam ruang komunikasi virtual @Virtualblinddate. Commercium, 5(3), 313–322.
  4. Andzani, D. I. (2023). Dinamika komunikasi digital: Tren, tantangan, dan prospek masa depan.
  5. Aripradono, H. W., Tjahyadi, S., Yap Rui Qi, K. O., Nursudiono, N., Galang, Y. P., Hirawan, J., Te, C., Ariadi, C., & Elvin, E. (2021). Integrasi etika digital dalam budaya pada perusahaan yang melakukan work-from-home (WFH) di masa pandemi. Journal of Entrepreneurship, Management and Industry (JEMI), 4(2), 56–64.
  6. Baskoro, A. A. (2022). Remaja Indonesia rentan di Tinder: Berikut panduan bagi anak muda dan orang tua untuk mengatasi risiko kencan daring. The Conversation.
  7. Boestam, A. B., & Derivanti, A. D. (2022). Komunikasi digital dan perubahan sosial. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP), 6(4), 2829–2834.
  8. Data, G. (2020). Area jangkauan Bekasi. Global Data.
  9. eCampuz. (2024). Etika digital: Mengapa penting bagi mahasiswa Indonesia pelajar Pancasila?
  10. Eraspace. (2024). Hasil studi ungkap Gen Z jadi yang terbanyak gunakan internet. https://eraspace.com/artikel/post/hasil-studi-ungkap-gen-z-jadi-yang-terbanyak-gunakan-internet
  11. Fatama, C., Suarsana, N., & Wiasti, N. M. Tinder sebagai platform pencarian jodoh di zaman digital.
  12. Floridi, L. (2018). Soft ethics and the governance of the digital. Philosophy and Technology, 31(1), 1–8.
  13. Hakim, M. R. (2021). Perkembangan komunikasi digital dari masa ke masa dan implikasinya terhadap hubungan sosial di masa ini.
  14. Indrayani, I. (2024). Gen Z’s ethical approaches in crisis communication on social media: Evidence of Indonesia. Jurnal Komunikasi: Malaysian Journal of Communication. https://doi.org/10.17576/jkmjc-2024-4004-08
  15. Katavic, S., Ivanović, H., & Papic, A. (2023). Digital privacy and data protection knowledge and skills of university students in Croatia: Preliminary findings. Education for Information, 39, 493–515. https://doi.org/10.3233/EFI-230056
  16. Kominfo, Siberkreasi, & Deloitte. (2020). Road map literasi digital 2021–2024.
  17. Kristyowati, Y., & Sekolah Tinggi Theologi Indonesia Manado, M. T. (2021). Generasi “Z” dan strategi melayaninya. 2(1), 23–34. https://doi.org/10.31219/osf.io/w3d7s
  18. Kusumastuti, F., Kurnia, N., Astuti, S. I., Birowo, M. A., Hartanti, L. E. P., Amanda, N. M. R., & Kurnia, N. (2021). Etis Bermedia Digital.
  19. Leinhart, A. (2015). Teens, Social Media & Technology Overview 2015.
  20. Luke, A. (2018). Digital ethics now. Language and Literacy, 20(3), 185–198.
  21. Mansur, I. (2024). Statistik pendapatan dan penggunaan Tinder (2024).
  22. Masni, M., Asriati, A., Gani, A., Muhtar, M., Suwahyu, I., & Asriadi, M. (2025). Digital literacy and digital ethics strengthening program for Generation Z in the information era for high school students. Jurnal Sipakatau: Inovasi Pengabdian Masyarakat. https://doi.org/10.61220/jsipakatau.v2i5.2533
  23. Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. Sage Publications.
  24. Muhamad, N. (2024). Ini aplikasi kencan online terpopuler di Indonesia awal 2024. Databoks.
  25. National Retail Federation, & IBM. (2017). Uniquely Gen Z.
  26. Per Axbom. (2022). Digital Ethics and Moral Theory Explained. AXBOM. https://axbom.com/digital-ethics-explained/
  27. Purwanto, N. (2019). Variabel dalam penelitian pendidikan. Jurnal Teknodik, 196–215.
  28. Ranzini, G., & Lutz, C. (2017). Love at first swipe? Explaining Tinder self-presentation and motives. Mobile Media & Communication, 5(1), 80–101.
  29. Rawanoko, E. S., Komalasari, K., Al-Muchtar, S., & Bestari, P. (2021). The use of social media in ethic digital perspective. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 18(1), 148–157.
  30. Romdhoni, A. (2017). Urban ethic: Etika perkotaan. Jurnal Bimas Islam, 10, 299–320.
  31. Sakitri, G. (2021). Selamat datang Gen Z, sang penggerak inovasi. Forum Manajemen Prasetiya Mulya, 35(2), 1–10.
  32. Saputro, E., Widiarti, P., Handayani, W., & Ekawati, R. (2025). The perception of Generation Z on communication ethics in information dissemination through social media. Journal of Social Studies (JSS). https://doi.org/10.21831/jss.v21i1.83936
  33. Shina, A. F. I., et al. (2021). Modul Indonesia Cakap Digital Pendekatan Integrasi-Interkoneksi Keislaman.
  34. Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
  35. Susila, T. (2023). Komunikasi digital. In Buku Dosen-2009 (Issue July). http://repository.trisakti.ac.id/usaktiana/index.php/home/detail/detail_koleksi/0/BDS/judul/00000000000000084311
  36. Tinder. (2024). Panduan komunitas.
  37. Waruwu, M. (2023). Pendekatan penelitian pendidikan: Metode penelitian kualitatif, kuantitatif dan mixed method. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(1), 2896–2910.
  38. Wisetpanich, N. (2025). Canonical correlation analysis of digital literacy and perceived data privacy security in e-commerce platform usage among Generation Z in Thailand. Pakistan Journal of Life and Social Sciences (PJLSS). https://doi.org/10.57239/pjlss-2025-23.1.00627
  39. Yuliastuti, A., Pabita, D. T., Avialda, H., & Hartono, N. S. (2022). Analisis fenomena “Tinder Swindler” pada aplikasi online dating menggunakan lifestyle exposure theory. Deviance: Jurnal Kriminologi, 6(2), 169.