Penggunaan Referensi Pronomina Demonstrativa dalam Wacana Novel Jejak Langkah Karya Pramoedya Ananta Toer dan Implikasinya Terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi penggunaan referensi pronomina demonstrativa dalam Jejak Langkah, berdasarkan bentuk dan pola kemunculan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri dibantu dengan tabel analisis kerja. Adapun data yang diambil adalah paragraf-paragraf yang terdapat dalam novel Jejak Langkah karya Pramoedya Ananta Toer. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa pronomina demonstrativa penunjuk umum itu lebih banyak digunakan, dibandingkan bentuk pronomina lain, sedangkan pola kemunculan yang lebih banyak muncul pola anaforis. Hal ini karena novel sebagai sebuah wacana naratif, pada umumnya mengacu pada hal yang pernah dilalui atau dikatakan oleh tokoh. Di dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA penggunaan referensi pronomina demonstrativa dapat dijadikan pengembangan materi bagi guru, baik dari aspek kebahasaan ataupun keterampilan berbahasa.
Keywords
  • Demonstrative Pronomina Reference
  • Novel Jejak Langkah
  • Indonesian Language Learning in High School
How to Cite
Partiningsih , S. (2026). Penggunaan Referensi Pronomina Demonstrativa dalam Wacana Novel Jejak Langkah Karya Pramoedya Ananta Toer dan Implikasinya Terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. Jurnal ISIP: Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 15(2), 17–31. https://doi.org/10.36451/jisip.v15i2.562
References
  1. Achmad HP. (2005). Aspek Kohesi Wacana: Modul Pembelajaran Wacana. Jakarta: Universitas Negeri Jakarta.
  2. Alwi, Hasan dkk. (2003). Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
  3. Arifin, Bustanul dkk. (2000). Prinsip-Prinsip Analisis Wacana. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
  4. Badan Standar Nasional Pendidikan. (2006).Standar Isi Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Sekolah Menengah Atas. Jakarta: Badan Standar Nasional Pendidikan.
  5. Keraf, Gorys. (1991). Tata Bahasa Rujukan Bahas a Indones ia U ntuk Tingkat Menengah Pertama. Jakarta: Grasindo. Kushartanti, Untung Yuwono, Multamia RMT Lauder. (2005). Pesona Bahasa: Langkah Awal Memahami Linguistik.
  6. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Miles, Matthew B. (1992). Analisis Data Kualitatif : Buku Sumber tentang Metode-metode Baru; Penerjemah, Tjejep Rohendi Rohidi. Jakarta: UI Press
  7. Moleong, Lexy J. (2004). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya
  8. Mulyana. (2005). Kajian Wacana: Teori, Metode, dan Aplikasi Prinsip-prinsip Analisis Wacana. Yogyakarta:Tiara Wacana.
  9. Samsuri. (1987). Analisis Wacana. Malang: P3T.
  10. Sumarlam dkk. (2003). Teori dan Praktik Analisis Wacana, Surakarta: Pustaka Cakra.
  11. Tarigan, Henry Guntur. (1987). Pengajaran Wacana. Bandung: Angkasa.