Pendekatan Behavioralisme dan Kendala Perundingan Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA)

Abstract

Indonesia dan Korea Selatan sepakat menginisiasi pembicaraan perundingan IK-CEPA pada 2011 untuk meningkatkan hubungan dagang dan investasi yang lebih komprehensif. Sayangnya, pembicaraan perundingan ini terkendala dan tidak jelas nasibnya. Penelitian ini mencoba menelaah penyebab kendala pembicaraan perundingan IK-CEPA. Beberapa penelitian terdahulu serupa lainnya, membahas penurunan kerjasama perdagangan Indonesia-Korea dan IK-CEPA sebagai salah satu solusinya, namun tetap terjadi kendala. Penelitian ini berusaha menjawab fenomena tersebut melalui pendekatan behavioralisme, yang mana perilaku aktor dan interaksinya dapat dijelaskan berdasarkan data-data statistik serta pernyataan resmi pemerintah Indonesia dan Korea. Penelitian ini menggunakan metode causal process tracing yang menjadi metode pada penelitian ini. Selanjutnya, penelitian ini berkesimpulan bahwa sikap pemerintah Indonesia dan Korea Selatan dalam perundingan IK-CEPA berbanding lurus dengan statistik perdagangan antara Indonesia dan Korea Selatan.
Keywords
  • Indonesia
  • IK-CEPA
  • Behavioralism
  • Bilateral EconomicDiplomacy
How to Cite
Ismail, A., & Mulyaman, D. (2026). Pendekatan Behavioralisme dan Kendala Perundingan Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA). Jurnal ISIP: Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 15(2), 33–45. https://doi.org/10.36451/jisip.v15i2.563
References
  1. Abdullah, Ragimun. (2016). Analysis of Trade in Goods between Indonesia and South Korea on CooperationForum IKCEPA. dalam Journal of Economics and Behavioral Penelitianes. Vol. 8. No. 6.
  2. Aulia, Nadia. (2017). Kerjasama Ekonomi Indonesia-Korea Selatan Melalui Working Level Task ForceMeeting (WLTFM) Dalam Peningkatan Perekonomian Indonesia. Bandung: UNIKOM
  3. Avisena, Muhammad. (2015). Apindo Dukung Kelanjutan Perundingan Kemitraan Ekonomi Indonesia- Korea .http://indus tri.bisnis.com/ read/20151214/12/501384/apindo- dukung-kelanjutan-perundingan- kemitraan-ekonomi-indonesia-korea- ikcepadiakses pada tanggal 27 Mei 2018 pukul 15.00 WIB
  4. Bloom, Jonty.(2017). Free trade area, singlemarket,customs union - what’s the difference?.
  5. http: // www.bbc.com/ news/business 36083664 diakses pada tanggal 27 Mei 2018 pukul 14.20 WIB
  6. Chandra, Ardan Adhi. (2017). Bahas Bisnis dan Investasi, Presiden Korsel Bertemu Pengusaha RI .
  7. https:// finandinice.detik.com/berita-ekonomi- bisnis/d-3720574/bahas-bisnis-dan- investasi-presiden-korsel-bertemu- pengusaha-ri diakses pada tanggal 27 Mei 2018 pukul 15.15 WIB.
  8. Datta, S. & Mullainathan, S. (2014). Behavioral Design: A New Approach to Development Policy. Dalam Review of Income and Wealth, 60: 7-35
  9. Fitri. (2014). Apindo: Soal IK-Cepa, Korsel Banyak Permintaan. https://possore. com/2laman014/02/18/apindo-soal- ik-cepa-korsel-banyak-permintaan/ diakses pada tanggal 27 Mei 2018 pukul 14.40 WIB.
  10. Hariyanti, Dini. (2014). IK-CEPA: Indonesia Defensif dalam Perundingan dengan Korsel. http://industri.bisnis.com/ read/20140909/257/256111/ik-cepa- indonesia-defensif-dalam-perundingan-dengan-korsel diakses pada tanggal 27 Mei 2018 pukul 14.30 WIB.
  11. Jackson, Robert & Sorensen, Georg. (2014). Pengantar Penelitian Ilmu Hubungan Internasional ed. 5. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  12. Jonnson, Christer & Hall, Martin. (2005). Essence of Diplomacy. London: Palgrave Macmillan
  13. Kementerian Keuangan Republik Indonesia. (2013). Laporan Hasil Penelitian Free Trade Agreement (FTA) dan Economic Partnership Agreement (EPA), dan Pengaruhnya terhadap Arus Perdagangan dan Investasi dengan Negara Mitra Jilid 2. Jakarta: BKF Kementerian Keuangan Republik Indonesia
  14. Kiatpongsan, Chaiyakorn. (2011). Depicting New Bilateralism: The EU – Thailand Relations, Tracing the Patterns of New Bilateralism. Amsterdam: Amsterdam University Press
  15. Ravenhill, John. (2010). The ‘New East Asian Regionalism’: A Political Domino Effect . dalam Review of International Political Economy. Vol.17. No. 2.
  16. Ruffini, Piere-Bruno. (2016). International Trade and Foreign Affairs – Some Reflections on Economic Diplomacy. dalam Journal of International Logistic and Trade, Incheon. Vol. 14. No. 1.
  17. Walton Jr, Hanes. (1985). Invisible Politics. Albany: A State University of New York Press
  18. Wibisono, Belita Ayu S. (2017). Penurunan Perdagangan Bilateral Indonesia- Korea Selatan dalam Kerjasama Working Level Task Force Meeting (WL TFM). dalam eJournal Ilmu Hubungan Internasional. Vol. 5. No. 4
  19. Woolcock, Stephen & Bayne, Nicholas. (2013). New Economic Diplomacy: Decision-Making and Negotiations in International Economic Relations. London: Ashgate Publishing Ltd.
  20. Yulisman, Linda. (2014). Indonesia South Korea CEPA Talks Collapse. http://www.thejakartapost.com/ news/2014/06/14/indonesia-south- korea-cepa-talks-collapse.html diakses pada 27 Mei 2018 pukul 14.00 WIB