Transnational Advocay Network: Perjuangan HAM Sombath Somphone di Laos Tahun 2014-2018 oleh Fidh (International Federation For Human Rights)

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengangkat isu pelanggaran Hak Asasi Manusia dan peranan aktor non-negara dalam memperjuangkan isu HAM tersebut. Aktor yang menjadi unit analisa dalam pene- litian ini adalah FIDH, sebuah organisasi internasional bersifat non-state yang memiliki komitmen untuk melindungi dan menghormati Hak Asasi Manusia di dunia. FIDH menunjukkan upaya nyata dalam menangani kasus pelanggaran HAM global yakni kasus penghilangan paksa di negara Laos. Kasus penghilangan paksa yang diangkat dan diperjuangkan oleh organisasi internasional ini yaitu kasus Sombath Somphone, seorang aktivis Laos yang menghilang secara tiba-tiba pada tahun 2012. Upaya perjuangan HAM yang dilakukan oleh FIDH terhadap kasus penghilangan paksa Sombath Somphone dilakukan dalam kerangka jaringan advokasi transnasional, sehingga membutuhkan jejaring dengan aktor lain secara global untuk menekan Pemerintah Laos yang memiliki otoritas penuh untuk mengungkap kasus penghilangan paksa di negaranya. Dalam kerangka Jaringan Ad- vokasi Transnasional, strategi yang dilakukan oleh FIDH diantaranya yaitu melakukan advokasi dan persuasi terhadap aktor-aktor global yang memiliki pengaruh dalam upaya penyelesaian kasus pelanggaran HAM penghilangan paksa tersebut. Strategi advokasi inilah yang akan menjadi fokus dalam penelitian ini, dengan periode waktu penelitian dari tahun 2014 sampai dengan tahun 2018.
Keywords
  • FIDH
  • Transnational Advocacy Network, Persuasion
  • ASEAN
  • European Union
How to Cite
Putri, J. J., & Rachmayani, R. (2026). Transnational Advocay Network: Perjuangan HAM Sombath Somphone di Laos Tahun 2014-2018 oleh Fidh (International Federation For Human Rights). Jurnal ISIP: Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 16(2), 49–63. https://doi.org/10.36451/jisip.v16i2.559
References
  1. Alfredson, Tanya, dan Azeta Cungu. (2008). Negotiation Theory and Practice: A Review of Literature. New York: Easyppol.
  2. Bakry, Umar Suryadi. (2016). Metode Penelitian Hubungan Internasional. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  3. Evan, Grant. (2002). A Short History of Laos: The Land in Between. Australia: Allen and Unwin.
  4. Jackson, Robert, dan Georg Sorensen. (2016). Pengantar Studi Hubungan Internasional: Teori dan Pendekatan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  5. Keck, Margaret E., dan Kathryn Sikkink. (1998). Activists Beyond Borders: Advocacy Networks in International Politics. Ithaca dan London: Cornell University Press.
  6. Keohane, Robert O., dan Lisa L. Martin. (1995). The Promise of Institutionalist Theory. Vol. 20. Princeton, New Jersey: Princeton University Press.
  7. Mas’oed, Mohtar. (1990). Ilmu Hubungan Internasional: Disiplin dan Metodologi. Jakarta: LP3ES.
  8. Nugrahani, Farida. (2014). Metode Penelitian Kualitatif. Solo: Cakra Books.
  9. Rudy, T. May. (2003). Hubungan Internasional Kontemporer dan Masalah-Masalah Global: Isu, Konsep, dan Teori. Bandung: PT Refika Aditama.
  10. Soetjipto, Ani. (2015). HAM dan Politik Internasional: Sebuah Pengantar. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
  11. Soetjipto, Ani. (2018). Transnasional: Peran Aktor Non-Negara dalam Hubungan Internasional. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
  12. Sugiyono. (2007). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
  13. Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
  14. Amnesty International. (2013). Laos: Caught on Camera the Enforced Disappearance of Sombath Somphone. London: Amnesty International Publications.
  15. FIDH. (2012). Laos: An Overview of Human Rights Violations. Briefing paper prepared for the 9th Asia-Europe Meeting Summit (ASEM9).
  16. Gonzales, Reed Brody, dan Felipe. (1997). Nunca Más: An Analysis of International Instruments on “Disappearance”. Human Rights Quarterly, Vol. 19.
  17. Goral, O. S., A. Isik, dan O. Kaya. (2013). The Unspoken Truth: Enforced Disappearances. Istanbul: Memory Center.
  18. International Commission of Jurists (ICJ). (2016). Briefing Paper on Laos.
  19. International Commission of Jurists (ICJ). (2014). Missed Opportunities: Recommendations for Investigating the Disappearance of Sombath Somphone. Switzerland.
  20. Lum, Thomas. (2008). Laos: Background and U.S. Relations. CRS Report for Congress.
  21. UNHCR. (2017). Joint Shadow Report (CCPR) – 123rd Session.
  22. United Nations. (1999). Civil and Political Rights, Including Questions of Disappearance and Summary Executions.
  23. United Nations for Human Rights. (2006). International Convention for the Protection of All Persons from Enforced Disappearance, Article 2.
  24. Amnesty.org. (2018). Issue: Enforced Disappearance. Diakses pada 22 April 2018, dari https://www.amnesty.org/en/what-we-do/disappear
  25. BBC.com. (2018). Laos Country Profile. Diakses pada 29 April 2018, dari https://www.bbc.com/news/world-asia-pacific-15351898
  26. BBC.com. (2013). Fears Grow for Abducted Laos Campaigner Sombath. Diakses pada 30 April 2018, dari https://www.bbc.com/news/world-asia-22338101
  27. BBC.com. (2013). Laos Accused of Lying over Sombath Somphone Abduction. Diakses pada 30 April 2018, dari https://www.bbc.com/news/world-asia-23862691
  28. Escr-net.org. (2018). International Federation for Human Rights (FIDH). Diakses pada 30 April 2018, dari https://www.escr-net.org/member/international-federation-human-rights-fidh
  29. FIDH.org. (2018). Our Organisation. Diakses pada 30 April 2018, dari https://www.fidh.org/en/about-us/our-organisation
  30. Humanrights.ch. (2014). International Convention for the Protection of All Persons from Enforced Disappearance. Diakses pada 23 April 2018, dari https://www.humanrights.ch/en/standards/un-treaties/disappearance/
  31. Mldh-lao.org. (2018). Who Are We?. Diakses pada 9 Mei 2018, dari https://mldh-lao.org/index.php/a-propos-du-mldh/
  32. Ngo-monitor.org. (2018). FIDH: International Federation of Human Rights (Paris). Diakses pada 30 April 2019, dari https://www.ngomonitor.org/ngos/_fidh_international_federation_of_human_rights_paris_/
  33. Ohchr.org. (2018). Working Group on Enforced or Involuntary Disappearances. Diakses pada 22 April 2019, dari https://www.ohchr.org/en/issues/disappearances/pages/disappearancesindex.aspx
  34. Refworld.org. (2014). Laos: EU Must Seek Progress on Key Human Rights Issues. Diakses pada 19 Juni 2019, dari https://www.refworld.org/docid/5391b73d3.html
  35. Sombath.org. (2013). Who is Sombath?. Diakses pada 29 April 2019, dari http://sombath.org
  36. Sombath.org. (2015). 1000 Days without Justice. Diakses dari http://www.sombath.org/en/2015/09/1000-days-without-justice/
  37. Sombath.org. (2018). Ms. Shui Meng Ng: Spouse of Sombath Somphone, 6 Years On. Diakses pada 10 Februari 2019, dari http://www.sombath.org/en/tag/icj-en/
  38. Sombath.org. (2018). The Investigation. Diakses pada 28 Mei 2019, dari https://www.sombath.org/en/who-is-sombath/video/the-investigation/
  39. Trialinternational.org. (2019). Enforced Disappearance. Diakses pada 22 April 2019, dari https://trialinternational.org/topics-post/enforced-disappearance/